1/12/2012

Numpang Kecipratan Ketenaran Orang



Kenapa di Indonesia ini banyak orang-orang yang mecari kesempatan dari ketenaran orang? ya contohnya aja, waktu poconggg ngeluarin bukunya, PJP (Poconggg juga Pocong), berbondong-bondong penulis-penulis lain mengeluarkan buku komedi dengan mengangkat tema pocong, dan judulnya mengandung unsur “pocong” pula. Memang, pocong bukan hanya milik Arif ‘poconggg’ muhammad, tapi waktu menertibkannya kok deketan gitu ya, entah niatnya untuk memberi pilihan lain untuk buku pocong, atau yang parah adalah jangan-jangan niatnya buat “menyesatkan” orang yang pengen beli PJP. Terdengar berprasangka buruk, tapi bukan gak mungkin lho, pasalnya ada buku pocong yang covernya dibuat sedemikian rupa biar mirip sama cover PJP yang dibuat oleh bang Yulian .

Lucu dan sedikit geli sih waktu liat tumpukan buku berjudul “pocong” berjejer dalam satu rak buku di gramedia, tapi para pengunjung juga tau kalo PJP yang ditulis poconggg mejengnya di rak  bertuliskan “Terlaris” atau “Best Seller”.

Bukannya mau menghujat penulisnya, gue juga ngebayangin kalo jadi penulisnya, kalo gue jadi penulis buku-buku pocong itu, gue juga merasa
...... ummm.... apa ya.... ah gak bisa dibayangin ternyata, karena gue gak akan bikin buku pocong berbarengan dengan PJP, gak kebanyang kalo gue nulis buku pocong eh ternyata lebih lucu dari PJP dan gue diundang ke talkshow dan ditanya “apa inspirasi membuat buku pocong ini?” dan gue harus jawab, “sebenarnya saya gak ada hubungan apa-apa sama pocong, tapi karena waktu itu poconggg di twitter lagi rame mau nerbitin buku, saya ikutan deh”, noh gak mungkin kan!

Karena saking tenarnya poconggg di twitter, membuat pemilik akunnya, Arif jadi artis mendadak (mendadak karena terungkapnya kedok arif secara tiba-tiba), dan cerita PJP juga diangkat menjadi film yaitu “PJP The Movie”. Ah ternyata sindrom ingin kecipratan ketenaran gak Cuma sampe buku PJP, film PJP juga ada penirunya, sama, geli juga liat poster mereka sebelahan pas gue lewat 21.

Haduh..haduh.. ada apa ya ini? Ternyata bukan Cuma pok ati yang latah, para penulis dan sutradara juga bisa latah. Emang sih mereka kreatif karena bisa melihat kesempatan dengan cepat, tapi kenapa mesti sama sih? Pasti kita akan lebih menghargai kalau yang “ditiru” cuman caranya, bukan temanya atau judulnya. Contohnya, waktu Radityadika nerbitin buku Kambing Jantan-nya, itu adalah buku pertama yang diadaptasi dari blog pribadi penulisnya, maka setelah itu banyak blogger-blogger yang menerbitkan buku juga dan bahkan jadi terkenal. Setelah @poconggg menerbitkan PJP, yang merupakan buku pertama dari akun twitter anonim, pemilik akun twitter lain juga menerbitkan buku yang diambil dari twitter mereka, "Radio Galau FM" misalnya.


Nah kalau sampai menjiplak tema-nya langsung, siapa yang gak akan beranggapan negatif? Gue gak tau film mana yang lebih bagus, PJP atau Bukan Pocong Biasa, karena gue belum nonton semuanya, tapi ya keliatanlah gue gak respek sama film yang kedua, yang jelas-jelas ngikutin.


Gak cuma ketenaran dan kesuksesan orang yang bisa ditiru tema-nya, bahkan musibah orang tenar sekalipun bisa dimanfaatkan untuk mencari rating. Ya, mungkin lu semua udah tau maksud gue, film "Arwah Kuntilanak Duyung" yang mengusung tema tragedi KM.97, dimana kecelakaan yang dialami oleh Saiful Jamil yang mengakibatkan istrinya tewas.


Bener-bener deh, terlepas dari namanya yang aneh (dan sempet dijadikan bit standup comedy sama Radit) tema film yang diusung terkesan banget numpang kecipratan ketenaran, sayang seribu sayang yang 'ditumpangin' itu orang yang lagi tenar karena musibah, gak heran kalau bang Saiful geram sama film ini, gak peka!


Belum lagi tentang boyband-boyband yang bermunculan kayak kentang lagi panen, bagi gue semuanya gak ada bedanya, sama-sama ngikutin SM*SH yang udah tenar duluan (SM*SH juga ngikutin boyband Korea).


Teringat kata Viru ‘virus’ shastrabhuddi di Film 3 Idiots : “Jadilah yang pertama, karena yang kedua tidak akan diingat”, mau bukti? Coba jawab, siapa manusia yang pertama mendarat di bulan? Betul, Neil Amstrong, tapi siapa manusia kedua yang menginjakkan kaki di bulan? Gak tau? Sama gue juga gatau, dan gak ada yang peduli.


Jadi, siapa penulis yang buat PJP? Arief alias @poconggg, terus siapa penulis pembuat buku pocong yang lain? Gak tau. Saran gue sih, coba sesuatu yang baru, jangan latah ngikutin apa yang lagi tren, karena sesuatu yang beda akan lebih dikenal dan diinget. Oh ya, bukan buku pocong doank sih, ada juga buku kuntilanak yang juga kepengen tenar kayak poconggg, what’s next? Catatan harian tuyul?


Jadi kalau tema pocong adalah milik Arif Muhammad, yaudah! jangan harap kita bisa tenar dan terkenal dengan tema yang sama, cari tema lain, yang unik dari diri kita, bukan pocong, bukan kuntilanak, dan juga bukan tuyul. Karena kalau kita jadi yang kedua, percuma, gak akan diinget, maka ciptakanlah yang baru dan jadilah yang pertama.


Postingan ini emang full nyinyir sih ya, sorry kalau ada yang tersinggung atau apa, tapi ya inilah pendapat gue. Kalian juga bisa baca pendapat kak Irvina tentang tema yang sama di postingannya disini


ENJOY YOUR DAY!

18 comments

13 Januari 2012 03.56

wkwkwk, gak mudah mas jadi yang pertama. butuh diempas sana-sini. emang ada fenomena seperti di atas, namun gak semua mendapatkan. kalao untuk follower ya karena pasarnya jelas dan ada.

13 Januari 2012 09.49

Ram, penulis soal pocong pertama itu bukan si Arif tapi Tatang S lewat karyanya Pocong Tumaritis hehehe...

13 Januari 2012 11.08

intinya sih yang terkenal yang di kenal.. mau yang pertama atau kedua klo kedua yang lebih terkenal tetap di anggap sebagai yang duluan, padahal dia yang kedua, ya sapa suruh yang pertama gak terkenal.

nice post

13 Januari 2012 16.05

@Lilih : betul sih, gak mudah jadi yang pertama, tapi bagi saya meniru bukan pilihan :D

@om payjo : wah saya gak tau om hehehe :D

@Ikaz : wah ada bang Ikaz :D nah kayaknya itu lebih tepat deh, yang terkenal yang dikenal :)

14 Januari 2012 22.47

Orang indonesia kan selain ramah juga latah... Ya, bagaimana lagi ya?

Di Kota Jogja, dulu waktu ada VCD rental laku, VCD rental bertaburan. Waktu warnet laku, warnet tumbuh bak cendawan di musim hujan...

26 Januari 2012 19.21

Suka banget ama postingan yang ini... setuju gue!! seluruh jempol makhluk tuhan deh buat postingan yg ini.. (yang lain baru mau baca...hhehe...)

27 Januari 2012 20.54

@Kombor
sekarang sepertinya yang lagi rame buka lapangan futsal om, disini pesat banget kayak warnet dulu :D

27 Januari 2012 20.55

@Junia Mustika Disen
woah thanks :D

15 April 2012 14.19

mantap agan ramy

Anonim
3 Juni 2014 21.00

They will ship it with your information tag and return address.
Use those keywords in the title and body of your articles around
1-2% (1-2 times per 100 words). What they fail to realize is that it takes time
to start making money on the Internet.

Stop by my web blog; ways to make money online

Anonim
18 Juni 2014 01.19

If you want to highlight them you need to match them with colored shoes that are neutral.


I attended a Lincoln Davis Town hall meeting Friday night,
August 22 of 2009 in Crossville Tn.

My weblog :: http://www.freeonlineparkinggames.net/profile/memanna ()

Anonim
18 Juni 2014 01.20

Overstate that red makeup and incorporate the extended lashes
that are fake. Is your iPhone iPhone or 3GS 4 stuck around
the Apple logo?

my page iReb (http://natureblognetwork.com/index.php?a=stats&u=clevela3172)

Anonim
21 Juni 2014 08.05

It's actually a nice
and useful piece of information. I'm happy that you shared this useful information with us.
Please keep us informed like this. Thanks for sharing.

Anonim
19 Juli 2014 00.51

Iknow this if off topic but I'm looking into starting my ownn weblog and was curious what all is required to get set up?
I'm assuming having a blog like yours would cost a pretty penny?
I'm nnot verry web smart so I'm not 100% certain. Any recommendations or advice would be greatly appreciated.
Cheers

My web-site - download trials frontier hack

Anonim
26 Agustus 2014 17.12

In the movie, Casablanca the city is second to none in the economic sector, with the rate going
from 1. They are accommodated it in one of their resources for living.
Not a drawback but something that I think are pretty basic
but are really useful. Didier, for two thirds of his reign are knows
as the" Green March" from Morocco occupied Western Sahara.



my website; Review Riad Marrakech davia

Poskan Komentar

Harap komentar dengan bahasa yang sopan ya, as your grandma will read it :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...